19. Jun, 2019

<< Renungan Harian, Selasa, 18 Juni 2019 >>

<< Renungan Harian, Selasa, 18 Juni 2019 >>

Renungan Harian (580.1)
Selasa, 18 Juni 2019

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih,selamat membaca Renungan Pagi ini . Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya,Puji Tuhan.
Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari: Allah Bapa dan Putra Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus,yang disebut dengan Trinitas , selalu menyertai kita sekalian.
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.(Matius 28:18-20)

<< Renungan Harian, Selasa, 18 Juni 2019 >>
Doa : Hal berdoa (Matius 6:5-15)
-----------
Jud. : Berkata Berulang-ulang
Bac. : Ulangan 6:1-9
Nats. : Ulangan 6: 7
Bac.S.: Ayub 13-16
------------
Bacaan Alkitab : Ulangan 6:1-9
Kasih kepada Allah adalah perintah yang utama
(1) "Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, (2) supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. (3) Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (4) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (5) Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (6) Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, (7)haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. (8) Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, (9)dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
-----------
Ayat Nats. : Ulangan 6: 7
(7)haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
------------

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 06/Edisi 2019 | edisi berikut

Selasa, 18 Juni 2019

Bacaan   : Ulangan 6:1-9
Setahun : Ayub 13-16
Nas       : "Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." (Ulangan 6:7)

Berkata Berulang-ulang

Berbicara keras berulang-ulang dapat membantu memasukkan kata-kata ke ingatan jangka panjang kita. Colin M. MacLeod, profesor dan ketua Departemen Psikologi di Universitas Waterloo, mengatakan bahwa berbicara berulang-ulang akan secara otomatis menambahkan ukuran aktif atau elemen produksi ke sebuah kata. Kata itu menjadi lebih berbeda dalam ingatan jangka panjang dan lebih berkesan. Bicara berulang-ulang disarankan agar dibudayakan oleh keluarga atau lembaga pendidikan saat mereka belajar suatu topik yang penting.
Tuhan memerintahkan pada keluarga Israel untuk terus mengajarkan kasih kepada Allah secara turun-temurun. Saat mereka hidup dalam takut akan Tuhan, mereka akan baik keadaannya, beroleh panjang umur, dan hidup berlimpah susu dan madu (ay. 2-3). Itulah janji Tuhan pada Israel yang seharusnya dipegang oleh mereka. Tidak hanya disimpan sebagai konsumsi pribadi, tetapi mereka harus mengajarkannya berulang-ulang pada generasi di bawah mereka, dan terus-menerus mengajarkannya di mana pun mereka berada dan beraktivitas (ay. 6-7). Mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan mengajarkannya berulang-ulang ini dikenal sebagai Shema Israel.
Selama ini apa yang kita bicarakan saat sedang berada di tengah-tengah keluarga? Apakah pusat pembicaraan kita tentang kasih pada Allah? Jika belum, mari mulai dengan membiasakan diri berbicara berulang-ulang tentang kasih pada Allah. Biarlah pengalaman mengasihi Allah menjadi dasar bagi keluarga kita melakukan segala sesuatu. --YDS/www.renunganharian.net

KASIH PADA ALLAH BUKANLAH KONSEP SEMATA, 
KITA HARUS MENERAPKANNYA.
 
(ay. 2-3 ) Ulangan 6: 2-3
(2) supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. (3) Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

(ay. 6-7 ) Ulangan 6: 6-7
(6) Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, (7)haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

--------:

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

---------------
Bacaan Alkitab Setahun : Ayub 13-16
Ayub 13

Ayub membela perkaranya di hadapan Allah
(1) "Sesungguhnya, semuanya itu telah dilihat mataku, didengar dan dipahami telingaku. (2) Apa yang kamu tahu, aku juga tahu, aku tidak kalah dengan kamu. (3) Tetapi aku, aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa, aku ingin membela perkaraku di hadapan Allah. (4) Sebaliknya kamulah orang yang menutupi dusta, tabib palsulah kamu sekalian. (5)Sekiranya kamu menutup mulut, itu akan dianggap kebijaksanaan dari padamu. (6) Dengarkanlah pembelaanku, dan perhatikanlah bantahan bibirku. (7) Sudikah kamu berbohong untuk Allah, sudikah kamu mengucapkan dusta untuk Dia? (8) Apakah kamu mau memihak Allah, berbantah untuk membela Dia? (9) Apakah baik, kalau Ia memeriksa kamu? Dapatkah kamu menipu Dia seperti menipu manusia? (10) Kamu akan dihukum-Nya dengan keras, jikalau kamu diam-diam memihak. (11)Apakah kebesaran-Nya tidak akan mengejutkan kamu dan ketakutan kepada-Nya menimpa kamu? (12)Dalil-dalilmu adalah amsal debu, dan perisaimu perisai tanah liat.(13) Diam! Aku hendak bicara, apapun yang akan terjadi atas diriku! (14) Dagingku akan kuambil dengan gigiku, dan nyawaku akan kutatang dalam genggamku. (15)Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela peri lakuku di hadapan-Nya. (16) Itulah yang menyelamatkan aku; tetapi orang fasik tidak akan menghadap kepada-Nya. (17) Dengarkanlah baik-baik perkataanku, perhatikanlah keteranganku. (18)Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar. (19) Siapa mau bersengketa dengan aku? Pada saat itu juga aku mau berdiam diri dan binasa. (20)Hanya janganlah Kaulakukan terhadap aku dua hal ini, maka aku tidak akan bersembunyi terhadap Engkau: (21) jauhkanlah kiranya tangan-Mu dari padaku, dan kegentaran terhadap Engkau janganlah menimpa aku! (22)Panggillah, maka aku akan menjawab; atau aku berbicara, dan Engkau menjawab. (23) Berapa besar kesalahan dan dosaku? Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku itu. (24)Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu, dan menganggap aku sebagai musuh-Mu? (25) Apakah Engkau hendak menggentarkan daun yang ditiupkan angin, dan mengejar jerami yang kering? (26) Sebab Engkau menulis hal-hal yang pahit terhadap aku dan menghukum aku karena kesalahan pada masa mudaku; (27) kakiku Kaumasukkan ke dalam pasung, segala tindak tandukku Kauawasi, dan rintangan Kaupasang di depan tapak kakiku?(28) Dan semuanya itu terhadap orang yang sudah rapuh seperti kayu lapuk, seperti kain yang dimakan gegat!"

Ayub 14

Setelah mati tidak ada harapan lagi
(1) "Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan. (2) Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.(3) Masakan Engkau menujukan pandangan-Mu kepada orang seperti itu, dan menghadapkan kepada-Mu untuk diadili? (4) Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!(5) Jikalau hari-harinya sudah pasti, dan jumlah bulannya sudah tentu pada-Mu, dan batas-batasnya sudah Kautetapkan, sehingga tidak dapat dilangkahinya, (6) hendaklah Kaualihkan pandangan-Mu dari padanya, agar ia beristirahat, sehingga ia seperti orang upahan dapat menikmati harinya. (7)Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh. (8) Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu, (9) maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai. (10) Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, di manakah ia? (11)Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan menjadi kering, (12) demikian juga manusia berbaring dan tidak bangkit lagi, sampai langit hilang lenyap, mereka tidak terjaga, dan tidak bangun dari tidurnya. (13) Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula! (14) Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku; (15) maka Engkau akan memanggil, dan akupun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu. (16)Sungguhpun Engkau menghitung langkahku, Engkau tidak akan memperhatikan dosaku; (17)pelanggaranku akan dimasukkan di dalam pundi-pundi yang dimeteraikan, dan kesalahanku akan Kaututup dengan lepa. (18)Tetapi seperti gunung runtuh berantakan, dan gunung batu bergeser dari tempatnya, (19)seperti batu-batu dikikis air, dan bumi dihanyutkan tanahnya oleh hujan lebat, demikianlah Kauhancurkan harapan manusia.(20) Engkau menggagahi dia untuk selama-lamanya, maka pergilah ia, Engkau mengubah wajahnya dan menyuruh dia pergi. (21) Anak-anaknya menjadi mulia, tetapi ia tidak tahu; atau mereka menjadi hina, tetapi ia tidak menyadarinya.(22) Hanya tubuhnya membuat dirinya menderita, dan karena dirinya sendiri jiwanya berduka cita."

Ayub 15

Pendapat Elifas bahwa orang fasik akan binasa
(1) Maka Elifas, orang Teman, menjawab: (2) "Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong, dan mengisi pikirannya dengan angin?(3) Apakah ia menegur dengan percakapan yang tidak berguna, dan dengan perkataan yang tidak berfaedah? (4) Lagipula engkau melenyapkan rasa takut dan mengurangi rasa hormat kepada Allah. (5) Kesalahanmulah yang mengajar mulutmu, dan bahasa orang licik yang kaupilih. (6)Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri menjadi saksi menentang engkau. (7) Apakah engkau dilahirkan sebagai manusia yang pertama, atau dijadikan lebih dahulu dari pada bukit-bukit? (8)Apakah engkau turut mendengarkan di dalam musyawarah Allah dan meraih hikmat bagi dirimu? (9) Apakah yang kauketahui, yang tidak kami ketahui? Apakah yang kaumengerti, yang tidak terang bagi kami? (10) Di antara kami juga ada orang yang beruban dan yang lanjut umurnya, yang lebih tua umurnya dari pada ayahmu. (11)Kurangkah artinya bagimu penghiburan Allah, dan perkataan yang dengan lemah lembut ditujukan kepadamu? (12)Mengapa engkau dihanyutkan oleh perasaan hatimu dan mengapa matamu menyala-nyala, (13)sehingga engkau memalingkan hatimu menentang Allah, dan mulutmu mengeluarkan perkataan serupa itu? (14) Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan? (15)Sesungguhnya, para suci-Nya tidak dipercayai-Nya, seluruh langitpun tidak bersih pada pandangan-Nya;(16) lebih-lebih lagi orang yang keji dan bejat, yang menghirup kecurangan seperti air. (17) Aku hendak menerangkan sesuatu kepadamu, dengarkanlah aku, dan apa yang telah kulihat, hendak kuceritakan, (18) yakni apa yang diberitakan oleh orang yang mempunyai hikmat, yang nenek moyang mereka tidak sembunyikan, (19) ketika hanya kepada mereka negeri itu diberikan, dan tidak ada seorang asingpun masuk ke tengah-tengah mereka.(20) Orang fasik menggeletar sepanjang hidupnya, demikian juga orang lalim selama tahun-tahun yang disediakan baginya. (21)Bunyi yang dahsyat sampai ke telinganya, pada masa damai ia didatangi perusak. (22) Ia tidak percaya, bahwa ia akan kembali dari kegelapan: ia sudah ditentukan untuk dimakan pedang. (23) Ia mengembara untuk mencari makan, entah ke mana. Ia tahu, bahwa hari kegelapan siap menantikan dia. (24) Ia ditakutkan oleh kesesakan dan kesempitan, yang menggagahinya laksana raja yang siap menyergap. (25) Karena ia telah mengedangkan tangannya melawan Allah dan berani menantang Yang Mahakuasa; (26)dengan bertegang leher ia berlari-lari menghadapi Dia, dengan perisainya yang berlapis tebal. (27)Mukanya telah ditutupinya dengan lemak, dan lapisan lemak dikenakannya pada pinggangnya;(28) ia menetap di kota-kota yang telah hancur, di rumah-rumah yang tidak dapat didiami orang, yang ditentukan untuk tetap menjadi reruntuhan. (29) Ia takkan menjadi kaya dan hartanya tidak kekal, serta miliknyapun tidak bertambah-tambah di bumi. (30) Ia tidak akan luput dari kegelapan, tunasnya akan dilayukan oleh nyala api, dan ia akan dilenyapkan oleh nafas mulut-Nya. (31) Janganlah ia percaya kepada kesia-siaan, akan tertipulah ia, karena kesia-siaan akan menjadi ganjarannya. (32)Sebelum genap masanya, ajalnya akan sampai; dan rantingnyapun tidak akan menghijau. (33) Ia seperti pohon anggur yang gugur buahnya dan seperti pohon zaitun yang jatuh bunganya. (34) Karena kawanan orang-orang fasik tidak berhasil, dan api memakan habis kemah-kemah orang yang makan suap. (35) Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka."

Ayub 16

Ayub mengeluh tentang perlakuan Allah
(1) Tetapi Ayub menjawab: (2) "Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur sialan kamu semua! (3)Belum habiskah omong kosong itu? Apa yang merangsang engkau untuk menyanggah? (4) Akupun dapat berbicara seperti kamu, sekiranya kamu pada tempatku; aku akan menggubah kata-kata indah terhadap kamu, dan menggeleng-gelengkan kepala atas kamu. (5) Aku akan menguatkan hatimu dengan mulut, dan tidak menahan bibirku mengatakan belas kasihan. (6) Tetapi bila aku berbicara, penderitaanku tidak menjadi ringan, dan bila aku berdiam diri, apakah yang hilang dari padaku? (7) Tetapi sekarang, Ia telah membuat aku lelah dan mencerai-beraikan segenap rumah tanggaku, (8) sudah menangkap aku; inilah yang menjadi saksi; kekurusanku telah bangkit menuduh aku. (9) Murka-Nya menerkam dan memusuhi aku, Ia menggertakkan giginya terhadap aku; lawanku memandang aku dengan mata yang berapi-api. (10)Mereka mengangakan mulutnya melawan aku, menampar pipiku dengan cercaan, dan bersama-sama mengerumuni aku. (11) Allah menyerahkan aku kepada orang lalim, dan menjatuhkan aku ke dalam tangan orang fasik. (12) Aku hidup dengan tenteram, tetapi Ia menggelisahkan aku, aku ditangkap-Nya pada tengkukku, lalu dibanting-Nya, dan aku ditegakkan-Nya menjadi sasaran-Nya. (13) Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembus-Nya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkan-Nya ke tanah. (14) Ia merobek-robek aku, menyerang aku laksana seorang pejuang. (15) Kain kabung telah kujahit pada kulitku, dan tandukku kumasukkan ke dalam debu; (16) mukaku merah karena menangis, dan bulu mataku ditudungi kelam pekat, (17)sungguhpun tidak ada kelaliman pada tanganku, dan doaku bersih.(18) Hai bumi, janganlah menutupi darahku, dan janganlah kiranya teriakku mendapat tempat perhentian! (19) Ketahuilah, sekarangpun juga, Saksiku ada di sorga, Yang memberi kesaksian bagiku ada di tempat yang tinggi.(20) Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis, (21) supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah, dan antara manusia dengan sesamanya. (22)Karena sedikit jumlah tahun yang akan datang, dan aku akan menempuh jalan, dari mana aku tak akan kembali lagi.

------------

Puji Tuhan ,Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga , Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu,jadilah kehendak-Mu  di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami , karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan , agar kami mengampuni dahulu semua kesalahan orang kepada kami,supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan- kesalahan kami (Markus 11:25-26) ,
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih  Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini , Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu. Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus , Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan. Puji Tuhan, Haleluya, Amin.


** have a nice day **
Happy Tuesday
°May God Bless you°ya
°Today and Always°
°˚˚°
Copyright - SABDA.org
http://www.sabda.org/publikas/e-r
www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
www.muktianapgumelar.net


Selasa, 18 Juni 2019