10. Feb, 2016

<< Renungan Harian , Selasa, 9 Februari 2016 >>

<< Renungan Harian , Selasa, 9 Februari 2016 >>

Renungan Harian (171.3)
Februari 2016

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih,selamat membaca Renungan pagi ini,
Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya , Puji Tuhan.
Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.

<< Renungan Harian , Selasa, 9 Februari 2016 >>
Doa : Hal berdoa (Matius 6:5-15)
-------------------------
Judul: Bernyanyi dalam Kesulitan
Baca: Mazmur 23
Anats: Mazmur 23:1
Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 22-23
-----------------
Bacaan Alkitab : Mazmur 23
TUHAN, gembalaku yang baik

(1) Mazmur Daud.
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
(2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
(3) Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar
oleh karena nama-Nya.
(4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
(5) Engkau menyediakan hidangan bagiku,
di hadapan lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
pialaku penuh melimpah.
(6) Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku,
seumur hidupku;
dan aku akan diam dalam rumah TUHAN
sepanjang masa.
----------------------

Ayat Nats. : Mazmur 23:1
(1) Mazmur Daud.
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
------------------------

Tampilan cetak edisi sebelum | 02/Edisi 2016 | edisi berikut
Selasa, 9 Februari 2016

Bacaan : Mazmur 23
Setahun : Imamat 22-23
Nats : TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1)

Bernyanyi dalam Kesulitan
Lagu Kidung Jemaat 392, Ku berbahagia, ditulis oleh Fanny Crosby. Ketika berusia enam tahun, dokter keliru mengobatinya sehingga ia kehilangan penglihatan seumur hidup. Ia menikah dengan pria yang juga tuna netra. Dikaruniai seorang anak, anak mereka meninggal saat berumur delapan tahun. Tidak lama kemudian, suaminya juga meninggal dunia. Sebatang kara di dunia, Crosby mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Tetapi dalam kesulitan ia justru menciptakan lagu-lagu yang nantinya menguatkan jutaan orang di seluruh dunia.

Dalam lagu pop, kita cukup sering menjumpai lirik semacam ini, "Aku tak sanggup lagi menanggung penderitaan ini." Lirik ini mungkin mewakili jeritan hati banyak orang. Adalah hal yang lazim jika kebanyakan orang terpuruk dan kehilangan pengharapan saat penderitaan datang bertubi-tubi. Misalnya, saat kehilangan orang yang dikasihi atau kehilangan hal yang berharga. Kita kecewa, rentan, dan menjadi gampang menyalahkan orang lain, bahkan mungkin Tuhan.

Akan tetapi, orang yang percaya pada rencana baik Allah akan tetap bernyanyi dan bersukacita. Mengubah penderitaan dan kesedihan itu sebagai inspirasi dan pujian bagi Allah. Hal itu bukan hanya menguatkan dirinya, tetapi juga orang lain. Ia tahu Allah tidak meninggalkannya. Ia yakin akan penyertaan dan pertolongan Tuhan. Tetap bahagia walau kondisinya sulit dan menyedihkan. Dalam segala keadaan ia berkata, "Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku." Apakah kita termasuk orang yang seperti itu? -- Piter Randan Bua/Renungan Harian

Orang percaya yakin bahwa dalam segala keadaan dan situasi
Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan.


Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

------------------------
Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 22-23
Imamat 22
Kudusnya kebaktian korban

(1) TUHAN berfirman kepada Musa: (2) "Katakanlah kepada Harun dan anak-anaknya, supaya mereka berlaku hati-hati terhadap persembahan-persembahan kudus yang dikuduskan orang Israel bagi-Ku, agar jangan mereka melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus; Akulah TUHAN. (3) Katakanlah kepada mereka: Setiap orang di antara kamu turun-temurun, yakni dari antara segala keturunanmu yang datang mendekat kepada persembahan-persembahan kudus yang dikuduskan orang Israel bagi TUHAN, sedang ia dalam keadaan najis, maka orang itu akan dilenyapkan dari hadapan-Ku; Akulah TUHAN. (4) Seseorang dari keturunan Harun yang sakit kusta atau yang mengeluarkan lelehan, janganlah memakan persembahan-persembahan kudus, sebelum ia menjadi tahir; dan orang yang kena kepada sesuatu yang najis karena orang mati atau orang yang tertumpah maninya (5) atau orang yang kena kepada seekor binatang yang merayap yang menajiskan dia atau kepada salah seorang manusia yang menajiskan dia, dengan kenajisan apapun ia menjadi najis,(6) orang yang kena kepada yang demikian itu menjadi najis sampai matahari terbenam dan janganlah ia makan dari persembahan-persembahan kudus, sebelum ia membasuh tubuhnya dengan air. (7)Sesudah matahari terbenam, barulah ia menjadi tahir dan sesudah itu bolehlah ia makan dari persembahan-persembahan kudus itu, karena itulah yang menjadi makanannya. (8) Janganlah ia makan bangkai atau sisa mangsa binatang buas, supaya jangan ia menjadi najis karenanya; Akulah TUHAN. (9) Dan mereka harus tetap berpegang pada kewajibannya terhadap Aku, supaya dalam hal itu jangan mereka mendatangkan dosa kepada dirinya dan mati oleh karenanya, karena mereka telah melanggar kekudusan kewajiban itu; Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka. (10)Setiap orang awam janganlah memakan persembahan kudus; demikian juga pendatang yang tinggal pada imam ataupun orang upahan. (11) Tetapi apabila seseorang telah dibeli oleh imam dengan uangnya menjadi buda