Penguat Iman Percaya

25. Jul, 2018
*Tommy yang Bodoh*........

Rabu , 25 Juli 2018
Kiriman dari Lydia Sujono

*Tommy yang Bodoh*........

*Di Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847, lahir seorang anak bernama panggilan Tommy*

Dia lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja, tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak-anak lainnya

Saat belajar di sekolah, kisah homeschooler, Tommy tidak mampu untuk mengikuti pendidikan yang dijarkan di sekolahnya

Oleh sebab itu , Tommy selalu mendapatkan nilai buruk dan mengecewakan

Sangat bodohnya anak ini dalam pandangan pihak sekolahnya, sehingga para guru memilih untuk ‘angkat tangan’ dalam usaha mendidik Tommy

Pada suatu hari, guru sekolah Tommy memanggil Tommy dan memberikan sepucuk surat kepadanya

Guru tersebut berpesan, "jangan buka surat ini di perjalanan, berikan kepada ibu mu”

Tommy kecil dengan gembira membawa surat itu pulang dan memberikan kepada ibunya

Menerima surat itu, ibu Tommy membacanya, lalu menangis

Sambil berurai air mata, dia membaca surat itu dengan suara keras : “Putra Anda seorang jenius

Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidiknya

Agar anda mendidiknya sendiri,” ujar sang Ibu dengan suara lantang

Ibu Tommy lalu berkata kepada Tommy bahwa

“Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ibu yang akan mendidik kamu”

Ibunya kemudian menarik Tommy kecil ke rumah dan meninggalkan sekolah

Tommy menjalani pendidikan di rumah. Dengan demikian Tommy pun belajar dengan bebas dan leluasa di rumahnya tanpa harus memikirkan nilai-nilai pelajaran yang harus dicapainya

Di rumah, Tommy pun melahap buku-buku ilmiah dewasa

Satu karakter yang luar biasa yang dimiliki Tommy adalah keinginan tahunya yang luar biasa besar ditambah SIFAT DASARNYA YANG PANTANG MENYERAH MENGHADAPI APAPUN

Karena itu Tommy pun melakukan Eksperimen – eksperimen hebat
Sebelum memasuki Usia sekolah Tommy sudah berhasil membedah hewan-hewan, hal ini karena keinginan tahunya yang besar terhadap hewan-hewan di sekitarnya

Di usia 12 tahun, Tommy kecil sudah memiliki Laboratorium Kimia kecil di ruang bawah tanah rumah ayahnya

Setahun kemudian dia berhasil membuat telegraf yang sekalipun bentuk dan modelnya sederhana dan primitif tapi sudah bisa berfungsi

Kisah HOMESCHOOLER di usia nya yang masih belia, Tommy sudah bekerja dan mencari uang sendiri dengan berjualan koran di kereta api selama beberapa tahun. Kemudian Tommy bekerja sebagai operator telegraf, kemudian ; Tommy pun naik menjadi kepala mesin telegraf di Amerika

Saat usia Tommy 32 tahun, dunia tidak lagi gelap gulita ketika malam hari. Tommy yang dianggap BODOH waktu kecil itu BERHASIL MENCIPTAKAN BOHLAM LAMPU PIJAR, yang Mengubah Wajah Dunia selamanya

Jauh setelah Ibunya wafat dan Tommy telah menjadi Tokoh PENEMU PERTAMA.., suatu hari di rumah dia melihat-lihat barang lama keluarga...

Tiba-tiba dia melihat Kertas Surat terlipat di laci sebuah meja...

Dia membuka dan membaca isinya:

"Putra anda anak yang bodoh..

Kami tidak Mengizinkan anak Anda bersekolah lagi,”

demikianlah ISI SURAT YANG SESUNGGUHNYA yang diBawa dan diBerikan Tommy kepada ibunya, dahulu waktu sepulang sekolah

Tommy menangis berjam-jam setelah membaca surat itu...

Dia kemudian menulis di buku Diary-nya:

*"SAYA , THOMAS ALFA EDISON , ADALAH SEORANG ANAK YANG BODOH, YANG KARENA SEORANG IBU YANG LUAR BIASA, MAMPU MENJADI SEORANG JENIUS PADA ABAD KEHIDUPANNYA"*

Jika kita menikmati Lampu yang terang saat ini,

ingatlah bahwa Kita BERHUTANG Bukan pada Seorang Thomas Alfa Edison.., tetapi kepada SEORANG IBU yang melihat dengan CARA YANG BERBEDA.
Cara dari MATA KASIH ORANGTUA

Jika suatu hari nanti, Putra atau Putri anda mendapat,

“cap bodoh”, “cap nakal” , “cap lamban” atau cap lainnya,

yang sama seperti Thomas Alfa Edison kecil, maka Siapa yang akan anda Percayai ?

PERAN IBU YG LUAR BIASA

*SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 23 Juli 2018*

13. Feb, 2017

03. KESAKSIAN ANDY F. NOYA DI SOLO

13. Feb, 2017

02. BELAJAR MENGERTI BAGAIMANA TUHAN YESUS BEKERJA

13. Feb, 2017

01. MASIH BERANIKAH ANDA MENGELUH ATAS HIDUP ANDA : MASIH BERANIKAH ANDA BILANG TUHAN TIDAK ADA

11. Jun, 2016
Kiriman dari : Cici Bernadette Sukmawati

Kiriman dari :
Cici Bernadette Sukmawati

***TEMPE SETENGAH JADI***(kisah nyata seorang ibu dari magelang)

Di suatu desa hiduplah seorg ibu penjual tempe.
Tak ada pekerjaan lain yg dpt dia lakukan sbg penyambung hidup.
Meski dmkian, nyaris tak pernah lahir keluhan dr bibirnya.
Ia jalani hidup dgn riang "Jika tempe ini yg nanti mengantarku ke surga, knp aku hrs menyesalinya...?"
Demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi dia berkemas, mengambil keranjang bambu tmpt tempe.., dia berjalan ke dapur, diambilnya tempe2 yg dia letakkan di atas meja panjang.
Tapiii..., Deg! dadanya gemuruh.
Tempe yg akan di jual, ternyata blm jadi....😞

Msh berupa kacang kedelai, sbgn berderai, belum disatukan ikatan" putih kapas dari peragian.
Tempe itu msh hrs menunggu 1 hari lg utk jadi.
Tubuhnya lemas...😔
Dia bayangkan, hari ini pasti dia tdk akan mendapatkan uang utk makan, dan modal membeli kacang kedelai lagi.
Di tengah putus asa,terbersit harapan di benaknya.
Dia tau.., jika meminta kepada Tuhan, pasti tak akan ada yang mustahil.
Maka, ditengadahkan kepalanya, dia angkat tangan, dia baca doa...,
"Ya Tuhan, Engkau tahu kesulitanku.
Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Tuhan jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..."
Dalam hati.., dia percaya.., Tuhan akan mengabulkan doanya.
Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung...
Dadanya bergemuruh...
Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe.
Dan... dia kecewa.

Tempe itu masih belum juga berubah, belum menyatu oleh kapas" ragi putih. Tapi, dng memaksa senyum, dia berdiri.

🔹Dia percaya.., Tuhan pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.
🔹Dia percaya.., Tuhan tdk akan menyengsarakan hambanya yang percaya.

Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dlm keranjang, dia berdoa lagi ; "Ya Tuhan, aku tau tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu.
Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe, Karena itu ya Tuhan jadikanlah...! Bantulah aku, kabulkan doaku..."

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya.
Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tsb.

"Keajaiban Tuhan akan datang... pasti..!" Percayalah...

Dia pun berjalan ke pasar...
Di sepanjang perjalanan itu, dia percaya..., "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe" nya.

Ber-kali" dia memanjatkan doa...
Ber-kali2 dia percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan doanya.
Sampai di pasar, di tmpt dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang" itu...
"Pasti sekarang telah jadi tempe..", batinnya.
Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan".
Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan.
Masih sama spt ketika pertama kali dia buka di dapur td.

Air mata pun menitiki keriput pipinya.
Kenapa doaku tidak dikabulkan...?
Kenapa tempe ini tidak jadi...?
Apakah Tuhan ingin aku menderita...?
Apa salahku...?
Demikian batinnya berkecamuk.
Dengan lemas, dia gelar tempe2 setengah jadi itu di atas plastik yg telah dia sediakan.
Tangannya lemas..., tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu.
Dan dia tiba" merasa lapar... merasa sendirian...

"Tuhan telah meninggalkan aku..", batinnya. 😢
Air matanya kian menitik...
Terbayang esok dia tak dpt berjualan...
Esok diapun tak akan dpt makan.
Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan teman" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas.
Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku.
Kesedihannya mulai memuncak.
Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini.
Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras,dia merasa cobaan itu terasa berat...
Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya.
Dia memalingkan wajah, seorang perempuan, paro baya,tengah tersenyum, memandangnya...,
"Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi"...?
Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya..?"
Penjual tempe itu bengong..Terkesima...
Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan.
"Ya Tuhan, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi.
Jangan Engkau kabulkan doaku yang tadi.
Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe.."
Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe...??"
"Bagaimana Bu...? Apa ibu menjual tempe setengah jadi"..? tanya perempuan itu lagi.
Kepanikan melandanya lagi,"Duh Tuhan bagaimana ini...?
Tolonglah ya Tuhan, jng jadikan tempe ya"..? ucapnya berkali".
Dan dengan gemetar, dia buka pelan2 daun pembungkus tempe itu.
Dan apa yang dia lihat, sahabat...??
Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi..!

"PUJI TUHAN", pekiknya, tanpa sadar.
Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.
Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu ;
"Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang blm jadi"...?

"Oohh..., bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah S2 di Seoul ingin sekali makan tempe asli buatan sini.
Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya
pun mencari tempe yang belum jadi.
Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu...?

Saudaraku..., dlm kehidupan se-hari" kita acap berdoa, dan "memaksa" Tuhan memberikan apa yg menurut kita paling cocok utk kita.

Dan jika doa kita tdk dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan...
Padahal Tuhan paling tau apa yg paling cocok utk kita.
Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA...
Dan rencana Tuhan itu Indah Pada Waktunya
Tempe setengah jadi tsb tdk akan pernah dlm waktu singkat menjadi tempe, krn itu melawan takdir yg telah Tuhan tetapkan.

Ketahuilah...
Tugas kita sebagai manusia sederhana saja yaitu.... berusaha semaksimal mungkin, sebaik mungkin sesuai dgn firman Tuhan.
Bagian Tuhan akan menyempurnakan menjadi yg terbaik bagi kita,bagi org yg berharap dan percaya kepadaNya.👍Jlu all