22. Mei, 2014

" Dua angin yang saling berbincang " & " Pemikul "

" " Dua angin yang saling berbincang "
Ada dua angin yang saling berbincang. Mereka pun mengadakan sebuah pertandingan kecil. Barangsiapa yang dapat menjatuhkan monyet di pohon itu, dialah pemenangannya. Pertandinganpun di mulai.

Angin topan dengan kesombongannya pun mulai mengeluarkan kekuatannya. Dia sangat berambisi untuk menjadi pemenangan dengan cara menghancurkan pohon tersebut. Karena pohon memiliki akar yang kuat sehingga tidak mudah tercabut dan monyet melingkarkan kaki dan tangannya pada dahan pohon sehingga tidak terjatuh. Angin topan pun menyerah.

Kini giliran si angin sepoi. Dia berhembus dengan sangat perlahan sehingga membuat monyet melepaskan kaki dan tangannya dari dahan pohon. Monyet mulai duduk dan tertidur. Saat tertidurlah monyet itu terjatuh. Si angin sepoi pun menjadi pemenang.

Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Namun ketika ambisi begitu menguasai maka akan melahirkan hal yang negatif. Segala sesuatu yang diawali dengan ambisi yang buruk maka tidak akan mendapatkan akhir yang memuaskan.

Berbeda halnya dengan orang yang menyadari akan kemampuannya. Mereka akan mengukur dan menimbang sebelum melakukan sesuatu. Dia akan mengerjakan dengan perlahan namun tetap pada sasaran. Orang yang tekun bekerja tanpa disertai dengan ambisi yang negatif, maka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

ONE MORE yah..............

" Pemikul "
Saat kita menjadi 'pemikul' beban berat, bahkan disamping kita memikul tanggungjawab dan masalah pribadi, terkadang kita juga memikul milik orang lain.
Kita HARUS mengjinkan Tuhan membantu kita, karena kita tidak akan sanggup sendirian menanggungnya.

Saat beban menindih kita, mintalah Tuhan yang akan menolong kita. Dan bila kita mengijinkan-Nya, Ia segera menolong, menanggung semua beban kita hari demi hari.
Terkadang Tuhan tidak sekejap menyelesaikan semua masalah yang ada, kita tetap harus mengatasi dan menghadapinya, itu untuk menguji iman kita, namun Tuhan sudah menyediakan solusi dan pertolongan. Hikmat, juga pengharapan selalu disediakan-Nya bagi kita yang tetap berharap kepada-Nya.

Sebab itu marilah kita dengan penuh kerendahan hati kita menghampiri kehadiratNya, supaya kita menerima rahmat untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya."

Dia sanggup menanggung semua beban kita, karena Tuhan Maha besar
Bahkan bukan sehari saja,bersama Tuhan kita sanggup menanggungnya hari demi hari.
Jadi.., ayo libatkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan para sahabat setiap hari.
. oº°˚˚°º.
\=))_ "̮ .
(( "̮
_!!_......ŝ'Ɩäª♍äªţ Ƥäªƍĭέ̯̯͡͡"