Tuhan kalahkan derita

Kiriman dari :

Herawati Rahmat (Memei)

 

https://next.yesheis.com/shares/ca23a2d29dbb4ee0a9b1c4c6e0f7e80b

 

 



*Firman Allah berkata bahwa bagi ALLAH segala sesuatu adalah mungkin!*

Kiriman dari :
Herawati Rahmat
 
Kira-kira sekitar pkl 08:00 ketika anaknya yang menderita asma mengalami komplikasi.
Anak itu harus dilarikan ke rumah sakit terdekat yang berjarak sekitar 1 km jauhnya jika tidak maka akan berakibat fatal..dia memanggil seorang tetangga yang memiliki mobil tapi tetangga mengatakan mobilnya tidak memiliki bahan bakar...dia menelepon pendetanya tetapi pendetanya mengatakan sedang menerima kunjungan pendeta dari Amerika dan tidak bisa meninggalkan mereka sendirian.
Akhirnya dia memutuskan untuk membawa sendiri anaknya ke rumah sakit; dia tidak bisa membayangkan kehilangan anak satu-satunya untuk penyakit yang sama yang telah membunuh suaminya beberapa tahun sebelumnya...dia memiliki masalah dengan kakinya dan tidak bisa bergerak cukup cepat dan anak itu juga terlalu berat baginya untuk bergerak lebih cepat.
Ditengah perjalanan ia bertemu orang-orang yg bergegas pulang dari kerjaan mereka namun mereka hanya menatapnya saja. Dia coba memohon pertolongan dari mereka, tetapi mereka hanya mengacuhkannya. Dia juga mencoba untuk menghentikan kendaraan yang lewat tapi tidak ada satupun yg meresponinya. Dia jatuh berkali-kali tapi dia terus berusaha bergerak.
Kemudian seorang pria yang kurang waras yg selalu berkeliaran disekitar situ dan berpakaian tidak karuan menatap kearahnya.
Pria itu berlari ke arahnya dan mengambil anak itu darinya.
Ibu itu tidak sanggup berbicara tetapi hanya menunjuk ke arah rumah sakit. Pria yg pakaiannya tidak karuan itu dan agak gila bisa memahami dengan baik apa yang ia maksud karena ia melihat anak yg sedang sekarat dan berjuang untuk bernapas. Ditempatkannya anak itu di bahunya dan berkata kepada wanita itu "semua akan baik" sambil berlari menuju rumah sakit.
Para dokter ketika melihat orang yang tidak waras itu.... tahu bahwa ada yg salah, mereka dtg mendapatkan anak itu dengan segera.
Sepuluh menit kemudian ibu tiba dan dokter menyampaikan kabar "jika anaknya terlambat lima menit saja dibawa, dia akan mati".
*Allah tidak harus memakai* hamba Tuhan, pendeta, keluarga, politisi & orang-orang kaya dengan mobil untuk menyelamatkan atau memberkati Anda.
Tidak peduli apa yang mungkin datang dihadapanmu, tidak peduli apa yang sedang anda lalui saat ini, *hidup Anda ada di dalam tangan* *Tuhan & Dia memiliki rancangan yang baik* *untuk Anda*.
Saya tau anda pasti bisa melaluinya.
Karena ada *sahabat didalam Tuhan* yg Tuhan sediakan yg akan menghapus air mata Anda.
 
*Firman Allah berkata bahwa bagi ALLAH segala sesuatu adalah mungkin!*
---------------

 

 

01. MASIH BERANIKAH ANDA MENGELUH ATAS HIDUP ANDA : MASIH BERANIKAH ANDA BILANG TUHAN TIDAK ADA

01. MASIH BERANIKAH ANDA MENGELUH ATAS HIDUP ANDA : MASIH BERANIKAH ANDA BILANG TUHAN TIDAK ADA

KETIKA KU BERDOA MUJIZAT ITU NYATA

Kiriman dari : Amel

KETIKA KU BERDOA MUJIZAT ITU NYATA

Pernah ada seorang gadis muda yg memutuskan untuk mengambil jalan pintas pulang dari sekolah. Cara tercepat ke rumahnya adalah untuk memotong melalui sebuah lorong.

Saat Gadis itu mendekati lorong. Dia melihat seorang pria seolah-olah ia sedang menunggu seseorang. Gadis tsb panjatkan doa : "Ya Tuhan, tolong tuntunlah aku utk melalui lorong yg aman & tanpa terluka, Amin.".

Gadis itu berjalan melewati lorong & melewati orang itu.

Kemudian pd malam itu gadis tsb melihat berita. Dia kaget saat mendengar dari lorong yg tadi siang di lewati terjadi pembunuhan & pemerkosaan terhadap seorang gadis muda yg lain. Polisi mengatakan pria tsb mengatakan melihat gadis lain telah melewati gang 10 menit sebelumnya. Mereka bertanya mengapa dia tidak menyerang gadis pertama, dia mengatakan karena ada "Seseorang" berjalan di sampingnya. !

Ya, Tuhan-lah yg berjalan bersama gadis itu, melindungi & menuntunnya. Terima Kasih Ya Tuhan. Tadinya Kami menyangkal Kehendak-Mu. tapi Tuhan selalu di sini, di samping Anda saat anda berdoa minta perlindungan pd-Nya.

We love Jesus and you, God bless you all

Kiriman dari : Cici Bernadette Sukmawati

Kiriman dari  : Cici Bernadette Sukmawati

 

***TEMPE SETENGAH JADI***(kisah nyata seorang ibu dari magelang)

Di suatu desa hiduplah seorg ibu penjual tempe. 

Tak ada pekerjaan lain yg dpt dia lakukan sbg penyambung hidup.

Meski dmkian, nyaris tak pernah lahir keluhan dr bibirnya. 

Ia jalani hidup dgn riang "Jika tempe ini yg nanti mengantarku ke surga, knp aku hrs menyesalinya...?"

Demikian dia selalu memaknai hidupnya.

 

Suatu pagi dia berkemas, mengambil keranjang bambu tmpt tempe.., dia berjalan ke dapur, diambilnya tempe2 yg dia letakkan di atas meja panjang.

Tapiii..., Deg! dadanya gemuruh.

Tempe yg akan di jual, ternyata blm jadi....๐Ÿ˜ž

 

Msh berupa kacang kedelai, sbgn berderai, belum disatukan ikatan" putih kapas dari peragian. 

Tempe itu msh hrs menunggu 1 hari lg utk jadi.

Tubuhnya lemas...๐Ÿ˜”

Dia bayangkan, hari ini pasti dia tdk akan mendapatkan uang utk makan, dan modal membeli kacang kedelai lagi.

Di tengah putus asa,terbersit harapan di benaknya. 

Dia tau.., jika meminta kepada Tuhan, pasti tak akan ada yang mustahil.

Maka, ditengadahkan kepalanya, dia angkat tangan, dia baca doa..., 

"Ya Tuhan, Engkau tahu kesulitanku. 

Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Tuhan jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..."

Dalam hati.., dia percaya.., Tuhan akan mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung...

Dadanya bergemuruh... 

Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. 

Dan... dia kecewa.

 

Tempe itu masih belum juga berubah,  belum  menyatu oleh kapas" ragi putih. Tapi, dng memaksa senyum, dia berdiri. 

 

๐Ÿ”นDia percaya.., Tuhan pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.

๐Ÿ”นDia percaya.., Tuhan tdk akan menyengsarakan hambanya yang percaya.

 

Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dlm keranjang, dia berdoa lagi ; "Ya Tuhan, aku tau tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu.

Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe, Karena itu ya Tuhan jadikanlah...! Bantulah aku, kabulkan doaku..."

 

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya.

Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tsb. 

 

"Keajaiban Tuhan akan datang... pasti..!" Percayalah...

 

Dia pun berjalan ke pasar... 

Di sepanjang perjalanan itu, dia percaya..., "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe" nya. 

 

Ber-kali" dia memanjatkan doa... 

Ber-kali2 dia percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tmpt dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang" itu...

"Pasti sekarang telah jadi tempe..", batinnya. 

Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan".

Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. 

Masih sama spt ketika pertama kali dia buka di dapur td.

 

Air mata pun menitiki keriput pipinya. 

Kenapa doaku tidak dikabulkan...?

Kenapa tempe ini tidak jadi...?

Apakah Tuhan ingin aku menderita...? 

Apa salahku...? 

Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe2 setengah jadi itu di atas plastik yg telah dia sediakan.

Tangannya lemas..., tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu.

Dan dia tiba" merasa lapar... merasa sendirian...

 

"Tuhan telah meninggalkan aku..", batinnya. ๐Ÿ˜ข

Air matanya kian menitik...

Terbayang esok dia tak dpt berjualan... 

Esok diapun tak akan dpt makan.

Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan teman" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. 

Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku.

Kesedihannya mulai memuncak. 

Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. 

Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras,dia merasa cobaan itu terasa berat...

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya.

Dia memalingkan wajah, seorang perempuan, paro baya,tengah tersenyum, memandangnya..., 

"Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi"...? 

Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya..?"

Penjual tempe itu bengong..Terkesima...

Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan.

"Ya Tuhan, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. 

Jangan Engkau kabulkan doaku yang tadi.

 Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe.."

Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe...??"

"Bagaimana Bu...? Apa ibu menjual tempe setengah jadi"..? tanya perempuan itu lagi.

Kepanikan melandanya lagi,"Duh Tuhan bagaimana ini...? 

Tolonglah ya Tuhan, jng jadikan tempe ya"..? ucapnya berkali".

Dan dengan gemetar, dia buka pelan2 daun pembungkus tempe itu. 

Dan apa yang dia lihat, sahabat...?? 

Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi..!

 

 "PUJI TUHAN", pekiknya, tanpa sadar.

Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.

Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu ;

"Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang blm jadi"...?

 

"Oohh..., bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah S2 di Seoul ingin sekali makan tempe asli buatan sini.

Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya

pun mencari tempe yang belum jadi.

Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu...?

 

Saudaraku..., dlm kehidupan se-hari"  kita acap berdoa, dan "memaksa" Tuhan memberikan apa yg menurut kita paling cocok utk kita. 

 

Dan jika doa kita tdk dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan...

Padahal Tuhan paling tau apa yg paling cocok utk kita. 

Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA...

Dan rencana Tuhan itu Indah Pada Waktunya

Tempe setengah jadi tsb tdk akan pernah dlm waktu singkat menjadi tempe, krn itu melawan takdir  yg telah Tuhan tetapkan.

 

Ketahuilah...

Tugas kita sebagai manusia sederhana saja yaitu.... berusaha semaksimal mungkin, sebaik mungkin sesuai dgn firman Tuhan.

Bagian Tuhan akan menyempurnakan menjadi yg terbaik bagi kita,bagi org yg berharap dan percaya kepadaNya.๐Ÿ‘Jlu all

 

Siapakah Tuhan itu?

Siapakah Tuhan itu?

Sadar tidak sadar kita sering menjadikan Tuhan sebagai "Tukang ACC" permintaan kita.

"Tuhan, aku mau ini, tolong ya Tuhan kabulkan, please, aku mohon, please."

"Tuhan, aku suka dia, tolong satukan kami, jauhkan dia dari si pengganggu itu."

"Tuhan aku mau kuliah di sini, tolong Tuhan buat supaya aku bisa diterima."

Bahkan kadang kita suka "mendikte" Tuhan...

"Tuhan, kalau memang ini kehendak-Mu, biarlah terjadi ini dan ini..."

Pertanyaannya, who is the God anyway?

Kalau ditanya begitu jawaban kita jelas dan langsung, "Dia." (sambil menunjuk ke atas). Tapi kenapa sikap kita sering kali bertentangan dengan jawaban kita.

Tidak ada yang salah dengan meminta sesuatu kepada Tuhan. Itu sesuatu yang normal. Tapi kita harus ingat bahwa Dia adalah Allah Yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi, penguasa alam semesta. Kita sudah diberi kesempatan untuk meminta apa saja dari Dia, itu sudah luar biasa. Jangan sampai kita memaksa Dia mengabulkan apa yang kita minta. Tetapi berhati-hatilah dengan cara kita meminta.

Mintalah dengan kesadaran bahwa Dia adalah Allah yang berkuasa. Artinya: berhak mengabulkan atau menolak permintaan kita.

Ikutilah teladan Yesus waktu Dia berdoa, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39)

1. Dia tahu kepada siapa Dia harus meminta, kepada Bapa-Nya, Bapa kita juga.

2. Dia meminta sesuatu kepada Bapa-Nya. Sesuatu yang jadi keinginan-Nya.

3. Tapi Dia mengakhiri doa-Nya dengan menyerahkan keputusan akhirnya pada Bapa.

Kita bisa selalu minta apa saja kepada Tuhan, tetapi akhirilah selalu dengan: "tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."